Cara Mengatur Keuangan Usaha

Posted by angel bro on Monday, June 3, 2013

Cara Mengatur Keuangan Usaha
Apakah Anda memiliki usaha dan pernah mengalami kesulitan mengatur keuangan? Apakah urusan keuangan Anda handel sendiri atau Anda memiliki manajer keuangan?
Pertanyaan diatas terinspirasi dari banyaknya kasus kekacauan keuangan pada pengusaha pemula. Mengapa? Rata-rata pengusaha pemula, pada bidang apapun itu, melakukan hal-hal berikut ini:
1.     Bersemangat melakukan kerjasama dengan berbagai produsen maupun pengusaha lain à sehingga kurang fokus pada keperluan-keperluan rinci internal
2.     Perhitungan bisnis terpatri pada selisih harga jual antara harga kulak dengan harga jual kembali à sehingga kadang namun seringkali pengusaha melupakan bahwa faktor untung bukan hanya dari pendapatan selisih harga jual
3.     Banyak melakukan transaksi melalui rekening pribadi maupun cash à saking semangatnya urusan bisnis masuk ke urusan pribadi
Tentu saja kami beri anak panah seperti di atas karena faktanya semangat-semangat baik tersebut juga bisa menjadi kelemahan bagi para pengusaha, terutama pemula yang belum berpengalaman. Hal tersebut bisa sangat mengganggu stabilitas usaha terutama pada bagian keuangan baik itu dihandel sendiri maupun dengan manajer, dan apalagi pembahasan rencana atau strategi selanjutnya.
Oleh karena itu, agar tidak terjadi kekacauan yang membuat tidak nyaman seperti di atas, maka terapkan tips mengatur keuangan usaha seperti yang disampaikan pada laman Ciputra Entrepreneurship, berikut ini:
1.     Tentukan porsi keuangan
Mungkin contoh berikut ini akan bisa mewakili kira-kira yang bisa Anda lakukan: Untuk langkah awal, Anda bisa mencoba membagi porsi 30:30:30:10. Porsi 30 persen untuk gaji, 30 persen lagi untuk operasional perusahaan, seperti sewa kantor, biaya listrik, telepon, fax, transportasi, dan lain sebagainya. Lalu 30 persen lainnya untuk mengembangkan usaha, dan sisa 10 persen untuk tabungan pribadi.
2.     Pisahkan rekening pribadi dan usaha
Ini adalah sebuah keharusan, agar transaksi atau keluar masuknya dana usaha jelas, tidak tercampur dengan transaksi keperluan pribadi. Selain memudahkan manajer keuangan, ini juga menguntungkan bagi pemilik usaha mendapatkan report yang aktual.
3.     Jangan mudah tergoda
Fokuslah pada jenis usaha Anda. Pada saat memulai, Anda sudah harus berjanji pada diri sendiri untuk fokus pada semua hal terkait usaha Anda, mulai dari produk, target dan strategi marketing, karyawan, keuangan, dll. Semua keperluan eksternal terkait, jangan sampai melebar kemana-mana.


More aboutCara Mengatur Keuangan Usaha